Kamis, 11 Oktober 2012

ILLEGAL LOGGING



By: Imam Arifa'illah Syaiful Huda
Indonesia's natural resources so abundant natural resources will show. One of Indonesia's natural resources is high at the forest. According to the Directorate General of Forestry Planning The total area of ​​forest in Indonesia, 133,300,543.98 ha. but according to the World Bank, Indonesia's forest area in 2011 reaches 944,320.00 km ², equivalent to 94.432 million ha. already evident that forest decline quite dramatically, according to some Western media, the biggest cause of forest loss in Indonesia, illegal logging which reached 40%.
Illegal logging is logging activity to transport, and processing is not in accordance with government regulations. Actors logging venom from neighboring communities and unscrupulous businessmen who have specific interests. Such behavior has violated regulations set by the authorities. So it will be an impact on the balance of the ecosystem of life.
Illegal logging problem in Indonesia is increasing from year to year. In the Wikipedia.org website, it is mentioned that the Indonesian forest area continues to decrease, such as data reduction delivered by the Forest Department of Forestry, in the year 1950: 162.0 million hectares, 1992: 118.7 million hectares, 2003: 110.0 million hectares, 2005: 93.92 million hectares. The data above is quite clear that the decline of forest in Indonesia is very high, this condition will cause problems later on. Such as floods, landslides, and increased temperatures.
The emergence of the problem of illegal logging due to several reasons, including: that the economy down. The economic condition of the people is below the average would lead to a tendency to do the negative, one of which cut trees not within the rules. Logging results will usually be sold to those who are concerned. On the other hand, the causes of illegal logging are the unscrupulous rulers who have a vested interest to get a result from illegal logging. These trees usually are sent to neighboring countries such as Malaysia and thailand. Such cases are often reported in various media. However, the problem of illegal logging continues to increase.
Rate of forest decline from year to year will be higher due to illegal logging, if the handling of the problem is still lacking. Many people who should be involved in addressing the problem of illegal logging. These parties include:
1. Government
Dominant role of government in addressing the issue of illegal logging, in this case, the government should set policies that could really put a halt to illegal logging. Not only that sanctions should be given to the suspect firm. With strict policies and sanctions, then the rate will be reduced illegal logging.

2. Department of Forestry
In accordance with the task of protecting forests forestry department in general. Protection of forests should be taken seriously, both in operation in the forest to reduce the chance of entry of illegal persons. so the opportunity to cut down a tree is not the case.

3. Community
By working with elements of the community will be stronger in prevent illegal logging. This partnership could be formed as to create a network to inform the parties that authority, if there is illegal logging. With the cooperation between the authorities and the public will give strength to keep the forest from the person who does not care about the environment.
Keep in mind, that the forest is an important factor in influencing life. As is usually heard "forests are the lungs of the world". if the lung is gone, how the world, would be worse. For that, instill a love of the forest and surrounding environment in order to create a balanced life.


ILLEGAL LOGGING
Oleh: Imam Arifa’illah Syaiful Huda
            Sumberdaya alam Indonesia yang begitu melimpah menunjukan akan kekayaan alam. Salah satu sumberdaya alam Indonesia yang cukup tinggi  yaitu hutan. Menurut  Direktorat Jendral Planologi Kehutanan Luas keseluruhan hutan di Indonesia yaitu  133.300.543,98 ha.sedangkan  Menurut Bank Dunia, luas hutan di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 944.320,00 km² atau setara dengan 94.432.000 Ha. sudah  terlihat jelas bahwa terjadi  penurunan luas hutan yang cukup drastis, menurut bebarapa media informasi, penyebab terbesar berkurangnya hutan di Indonesia yaitu  illegal logging yang mencapai 40%.
Illegal logging atau Penebangan liar adalah kegiatan penebangan pohon sampai dengan pengangkutan, dan pengolahan yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah. Pelaku penebangan liar bisanya dari  masyarakat sekitar dan oknum pengusa yang mempunyai kepentingan tertentu.  Perilaku seperti ini telah melanggar  Peraturan yang sudah ditentukan oleh pihak yang berwenang. Sehingga akan akan berdampak pada keseimbangan ekosistem kehidupan.
             Di Indonesia permasalahan Illegal logging  terus meningkat  dari tahun ke tahun.   Dalam situs Wikipedia.org, disebutkan bahwa  luas hutan Indonesia terus berkurang, seperti data penurunan Hutan  yang disampaikan oleh Departemen Kehutanan, pada Tahun  1950: 162,0 juta hektar, 1992: 118,7 juta hektar, 2003: 110,0 juta hektar, 2005: 93,92 juta hektar. Data  di atas sudah cukup jelas bahwa penurunan hutan  di Indonesia sangat tinggi, kondisi seperti ini akan menimbulkan berbagai masalah di kemudian hari. Seperti: banjir, tanah longsor,  dan peningkatan suhu bumi.
Munculnya masalah illegal logging disebabkan beberapa alasan, diantaranya: masyarakat yang ekonomi kebawah. Kondisi masyarakat yang ekonomi dibawah rata-rata akan menimbulkan kecenderungan untuk melakukan hal yang negative, salah satunya penebangan pohon tidak sesuai aturan. Hasil penebangan liar ini biasanya akan dijual ke pihak yang sudah bersangkutan. Disisi lain, penyebab illegal logging yaitu para oknum penguasa yang memiliki kepentingan tertentu untuk mendapatkan hasil dari penebangan liar. Pohon-pohon ini biasanya akan dikirim ke negeri tetangga seperti, Malaysia. kasus seperti ini sering diberitakan diberbagai media. Namun, permasalahan illegal logging tetap meningkat.    
Tingkat penurunan hutan dari tahun ke tahun akan semakin tinggi akibat illegal logging, jika penaggulangan masalah tersebut masih kurang. Banyak pihak yang harus dilibatkan dalam mengatasi masalah illegal logging. Pihak-pihak tersebut diantaranya:
1.       Pemerintah
Peran pemerintah sangat dominan dalam mengatasi permasalahan illegal logging, dalam hal ini, mengenai kebijakan yang dikelurkan pemerintah harus benar-benar bisa menahan laju illegal logging. Tidak hanya itu sangsi yang diberikan kepada tersangka harus tegas. Dengan kebijakan dan sangsi yang tegas, maka tingkat illegal logging akan berkurang.
2.       Departemen kehutanan
Sesuai dengan tugas departemen kehutanan yaitu melindungi hutan pada umumnya. Perlindungan terhadap hutan harus diperhatikan secara serius, baik dalam bentuk operasi di hutan untuk mengurangi kesempatan masuknya para oknum penebangan liar. sehingga kesempatan untuk menebang pohon tidak terjadi.
3.       Masyarakat
Dengan berkerjasama dengan elemen masyarakat akan semakin kuat  dalam mencega illegal logging. Kerjasama ini bisa dibentuk seperti membuat jaringan untuk memberitahu kepada pihak-pihak yang berwajib, jika ada illegal logging. Dengan kerjasama antara pihak yang berwenang dan masyarakat akan memberikan kekuatan dalam menjaga hutan dari para oknum yang tidak peduli terhadap lingkungan.   
Perlu diketahui, bahwa hutan merupakn faktor penting dalam mempengaruhi kehidupan. Seperti yang biasanya terdengar ”hutan merupakan paru-paru dunia ”. jika paru-paru ini hilang, bagaimana kondisi dunia, tentunya akan semakin buruk. Untuk itu, tanamkan rasa cinta terhadap hutan dan lingkungan sekitar agar tercipta kehidupan yang seimbang.

Rabu, 19 September 2012

KEDUDUKAN GEOGRAFI EKONOMI DALAM KAJIAN GEOGRAFI


Oleh: Imam Arifa’illah Syaiful Huda
Kajian ilmu pengetahuan begitu luas. Ini bisa dilihat pada bebarapa cabang ilmu yang memberikan pembahasan yang lebih mendalam. Dengan adanya cabang-cabang ilmu, maka akan semakin luas pengkajiannya. Tak Cuma itu, pemasalahan yang tadinya bersifat luas, bisa dikaji dengan cabang-cabang ilmu tadi.
Seperti halnya ilmu Geografi. Geografi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dan lingkungan dalam suatu ruang, baik bersifat fisik dan non fisik.  Hubungan antara alam dan lingkungan akan dikaji dalam ilmu geografi. Keterkaitan ini sangatlah erat, karena  manusia akan mempengaruhi alam, begitu juga sebaliknya. Alam akan mempengaruhi manusia. Inilah yang mencirikan dari ilmu geografi. jika hanya mempelajari alam saja, maka tidak bisa dibilang dalam ilmu geografi,  karena tidak adanya suatu keterkaitan antara manusia dan alam.
            Geografi mempunyai pendekatan, prinsip, dan  konsep. Ketiga point tersebut merupakan ciri  dari ilmu geografi yang paling mendasar. Pendekatan dalam ilmu geografi ada 3:
1.      Pendekatan keruangan
2.      Pendekatan ekologi (lingkungan)
3.      Pendekatan kompleks wilayah
pendekatan tersebut akan digunakan dalam menganalisis sebuah masalah, dari sudut manakah masalah itu muncul. Dengan begitu akan lebih mudah dalam menganalisis masalah yang ada.
Point yang ke dua adalah prinsip geografi. Prinsip geografi ada empat bagian.daiantaranya:
1.      Prinsip persebaran
2.      Prinsip interelasi (keterkaitan)
3.      Prinsip deskriptif
4.      Prinsip korologi
Prinsip-prinsip di atas digunakan untuk menganalisis dan mengungkapkan fenomena geografi yang ada di Bumi.
Point yang terakhir adalah konsep geografi. Konsep geografi ada 10 bagian.
1.      Lokasi
2.      Jarak
3.      Keterjangkauan
4.      Morfologi
5.      Pola
6.      Aglomerasi
7.      Nilai kegunaan
8.      Diferensasi area
9.      Interaksi dan interdependensi
10.  Keterkaitan keruangan
Ketiga point tersebut sangat membantu dalam memahami ilmu geografi dan lebih mudah dalam mengkaji suatu masalah, sehingga akan didapat solusi yang sangat baik.
            Ketiga ciri tersebut yang mendasari munculnya cabang-cabang ilmu geografi, salah satunya adalah geografi ekonomi. Geografi ekonomi ini merupakan satu dari sekian banyak cabang ilmu geografi.
            Bagaimanakah kedudukan dari geografi ekonomi dalam kajian geografi?
Geografi  ekonomi merupakan satu kesatuan dari geografi. Letak dari geografi ekonomi ini seperti di dalam tubuh geografi. Seperti apa yang tertera di atas tadi. Bahwa ilmu geografi mengkaji alam dan manusia. Bisa dibilang bahwa geografi mempelajari 50%  IPA dan 50% IPS.
50% IPA ini merupakan pengkajian menganai lingkungan fisik, seperti halnya: tanah, air, udara, tumbuhan, dan batuan. Sedangkan 50% IPS yang mengkaji manusia. Pegakajian manusia inilah yang perlu pembagian yang nantinya dikatkan dengan alam, sehingga muncul geografi ekonomi. Geografi sosiologi, geografi kependudukan dan demografi.
            Kajian mengenai fenomena fisik dalam geografi akan selalu dikaitkan dengan ekonomi. Sehingga yang pertama dikaji adalah geografi fisiknya, kemudian nanti akan diinterelasikan ke ilmu ekonomi. Bisa dianalogikan seperti menaikan bendera ”geografi” terlebih dahulu,kemudian disusul dengan bendera ”ekonomi”. Bisa dipahami bahwa yang dikaji lebih dulu adalah geografi, kemudian disusul dengan ekonomi.
Dalam ilmu ekonomi, manusia sangat erat kaitanya dengan kebutuhan. Sering didengar bahwa ”kebutuhan manusia tidak terbatas, namun alat pemuas kebutuhan terbatas (SDA). Jika kebutuahan manusia tidak terbatas, dan alat pemuas terbatas, maka akan menimbulkan suatu permasalahan ekonomi. alat pemuas kebutuhan atau sumber daya alam  inilah yang akan menjadi titi kajian geografi ekonomi. Sehingga pengkajian awal dimulai dari alat pemuas kebutuhan manuasia yang terbatas, kemudian dikaitkan dengan ekonomi. Jadi bisa disimpulkan bahwa kedudukan dari geografi ekonomi dalam kajian geografi adalah satu kesatuan yang menitik beratkan pada dua aspek yaitu: aspek fisik dan aspek non fisik.
           

Rabu, 05 September 2012

SELEMBAR KERTAS, PENUH DENGAN MANFAAT



Oleh: Imam arifa’illah S.H.

            Keanekaragaman perilaku peserta didik dalam dunia pendidikan begitu  unik dan kompleks. Ini berarti tugas bagi para guru untuk menantikan membuat ide-ide kreatif dalam membangun pribadi siswa yang menmpunyai kualitas pribadi yang aktif. Peran guru dalam membentuk pribadi siswa yang aktif sangatlah diperlukan. Sepetri apa kata pepatah “guru digugu dan ditiru” guru merupakan suri tauladan bagi siswa didiknya. Apa yang dilakukan guru, anak didiknya akan mencontohnya. Bisa di bilang “anak itik mengikuti induknya”  namun, kadang semua tidak berjalan semestinya. Hukum alam bisa berubah kapanpun.
            Tugas bagi para guru membuat pengajaran yang kreatif dan menarik, sesuai dengan kemampuan pribadinya masing-masing. Jika seorang guru merasa tidak mampu untuk membuat pengajaran yang kreatif dan unik, maka harus tetap belajar untuk menciptakan pengajaran yang unik dan kreatif.  Semua tidaklah langsung instan, semua membutuhkan proses. Dan harus terus di coba. Jangan perna takut untuk mencoba ada pepatah “tugas kita bukanlah untuk berhasil, tapi tugas kita adalah untuk mencoba karena di dalam mencoba kita kan mendapatkan sesuatu yang berharga untuk mencapai keberhasilan” . jadi bagi para guru terus mencoba untuk menciptakan pengajaran yang kreatif dan menarik.
            Dalam semua langkah pasti akan menemukan kendala. Tinggal bagaimana seorang guru menyikapai untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jagan berhenti ketika ada masalah menghadang. Dengan masalah, semua akan berkembang. Dan tanpa adanya suatu masalah pribadi akan sulit untuk berkembang.
            Banyak buku yang membahas tentang bagaimana pengajaran yang kreatif dan menarik. Itu merupakan komponen untuk membantu dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan menarik. Semua sudah tersediah. Tinggal bagaimana minat dan sikap seseorang dalam menjalankannya. Dalam buku banyak tips dan trik yang mampu dicontoh untuk menciptakan kemampuan  pembelajaran yang kretif dan menarik. Namun, minimnya minat membaca  membuat semua permasalahan sulit untuk selesaikan. Jika di telaah, buku merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan referensi untuk menyikapai  sebuah permasalahan. Salah satunnya dalam memecahkan permasalahn di dunia pendidikan.
            Rendahnya minat membaca menandahkan rendahnya kualitas pribadi seseorang. Bagaimana tidak sebuah ilmu pengetahuan diperoleh dari membaca.  Membaca sebuah buku merupakan proses memperoleh sebuah pengetahuan, jika proses itu sudah mampu tereduksi dengan baik, maka akan terproses menjadi ilmu pengetahuan. Ilmu merupakan sebuah aplikassi langsung dari hasil pencarian sebuah pengetahuan. Bisa dimisalkan “seseorang ingin membuat sambal. Jika seseorang ingin membuat sambal pasti ada tahap-tahapanya. Mulai dara mengumpulakan bahan-bahanya seperti: lombok, garam,  dll. Tahapan inilah yang bisa di sebut sebuah pengetahuan. Tahap pencarian bahan-bahan untuk diolah menjadi sebuah ilmu. Jika sudah tersedia bahan-bahannya, maka tinggal bagaimana kita mengolahnya menjadi rsambal yang nikmat. Dan mampu menyajikan sambal yang enak dan baik bagi tubuh”. Proses pengolahan inilah yang bisa di sebut menjadi proses belajar untuk mengaplikasikan sebuah pengetahuan yang ada. Dengan demikian akan tercipta sebuah ilmu pengetahuan. Namun, proses itu harus di imbangi dengan aspek lainnya, seperti aspek spiritual dan emosional. Dengan begitu akan menciptakan sebuah “pemahaman atau ngerti ”.
 Begitu pentingnya rangkaiaan tinta dalam lembaran kertas yang tersusun rapi. Dengan rangkaiaan itu akan membuat kualitas pribadi seseorang akan semakin naik.  Dengan kata lain sebuah proses sangatlah penting dalam mencapai sebuah keberhasilan.  Salah satu cara untuk membuat semangat dalam mencari ilmu pengetahuan adalah besrsifat “fakir ilmu”  atau merasa kurang. Jagan perna puas akan ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan. Jika rasa puas dalam mencari ilmu pengetahuan ada, maka bisa dibilang perkembangan kualitas diri akan semakin lama, bahkan tidak akan berkembang. Untuk itu perlu penanaman sifat fakir ilmu.
Tidak ada batasan untuk berhenti mencari ilmu, batasannya hanya sebuah nafas yang berhenti, maka pencarian ilmu pengetahuan kan berhenti pula. Semakin banyak mengali ilmu pengetahuan semakin berkembang kualitas pribadi seseorang. Inilah yang perlu ditanamkan pada semua orang. Pentingnya sebuah budaya membaca. Di negeri tetangga kualitas diri seseorang sangat tinggi ini, bisa dianalisa bagaimana itu bisa terjadi. Pasti jawabanya adalah dengan membaca maka bisa mengetahui isi dunia.
Begitu nikmatnya sebuah ilmu pengetahuan jika  seseorang mampu untuk memaknainya. Banyak hala positif yang akan datang dalam kehidupan sehari-hari jika kita mempunyai ilmu pengetahuan yang banyak. Bahkan harta benda  akan terlindungi oleh ilmu pengetahuan. Sebagai contoh, “ketika ada seorang pencuri didepan rumah orang yang mempunyai ilmu pengetahuan tinggi, maka ia akan berpikir berulang kali untuk mencuri barang yang dimiliki oleh orang yang mempunyai ilmuberpengetahuan tinggi,  sang pencuri menyadari kalau orang yang mempunyai ilmu tinggi mempunyai keistimewaan”. Orang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang banyak mempunyai aura tertentu. Aura itulah yang membuat seseorang terkadang mempunyai keistimewaan dari pada yang lainnya.
Aura itu juga terbukti ketika seorang yang berilmu dan seorang yang tidak berilmu berpicara. Maka akan terlihat jelas bahwa perbedaannyha akan sangat mencolok. Orang yang berilmu tinggkat prosentase diperhatikan akan semakin besar. Dibanding dengan orang yang hanya asal bicara. Namun, tidak semua orang yang ber ilmu pengetahuan mempunyai aura. Ini juga tinjau dari aspek lainnya. Bukan hanya aspek intelektualitas, namun ditinjau aspek yang lainnya seperti aspek sprituasl, sosial, dan emosional.
Begitulah pentinggnya sebuah budaya membaca, apalagi bagi para guru. Jika seorang guru minat membacanya kurang, maka pengetahuanya dalam proses pembelajaran akan tersusul oleh murid-muridnya yang aktif dalam membaca. Jika fenomena ini terjadi, bagaimana nasib pendidikan selanjutnya. Kualitas pendidikan akan semakin rendah. Maka dari itu, buatlah membaca sebagai “hobby”  dengan menganggap membaca sebagai “hobby” akan tercipta suasana yang menyenangkan dan tidak ada rasa terbebani dalam melaksanakannya. Sebuah aktifitas jika didasari dengan “hobby” akan terasa ringga. Untuk itu ciptakan sebuah pandangan dan getaran bibir pada rangkaiaan tinta pada selembaran kertas yang tertata rapi.